Pages

Subscribe:

Selasa, 09 Juni 2009

cara menerbitkan novel

Dari pertama kali saya menerbitkan A Life, cukup banyak email yang masuk, yang bertanya : "Gimana sih nerbitin novel?"

Saking seringnya pertanyaan itu dilontarkan, sampe saya capek, dan jawabnya cuma: "Ya, ketik aja naskahnya terus print out dan kirim ke penerbit disertakan sinopsis dan biodata diri". that's all.

Sebenernya jawaban saya gak salah sihh... tapi saya tahu, pembaca itu meminta penjelasan lebih dari itu.
Jadi, biar gampangnya, saya jelasin saja di sini...

Jadi... ehm.

1. Bikinlah cerita sekreatif mungkin. I mean, banyak banget orang yang ngeluh kalo novel di Indo isinya begituu2 aja, jadi cobalah memikirkan ide cerita kreatif lainnya (Well... I'm working hard on this one, too. hihi). BUT!! Ceritanya jangan ngelantur kemana-mana, karena ceritanya akan jadi gak make sense at all. Cerita imajinatif seperti Twilight dan Harry Potter pun harus make sense, right? Kalo memang gak ada ide, angkat saja cerita disekitarmu dan buatlah itu jadi menarik. Sebenarnya, apapun ceritanya, kalo gaya bahasanya asik, pasti pembaca juga akan bisa menikmati. :)

2. Untuk pemula, ceritanya gak perlu panjang-panjang. Terserah sih kalo mau panjang-panjang, tapi kalo saya pribadi sih awalnya agak gempor nulis panjang2. haha. Setiap penerbit punya standar masing-masing. Gagas kalo gak salah 75-150 halaman, Gramed sekitar 100... correct me if I'm wrong. Saya sendiri sih biasanya nulis sekitar 100 hal ++.

3. Nahh... Kalo naskah udah jadi, di print out. Ada penerbit yang menerima dalam bentuk soft copy, tapi penerbit2 besar (setau saya), tidak menerima. Coba bayangin, kalo dalam sehari mereka bisa menerima sepuluh naskah, dan tebal naskahnya 100 halaman, apa gak pegel matanya nongkrongin layar PC? Jadi kasihanilah editor2 itu, dan walau mahal sedikit, print lah naskahmu. Jangan lupa dijilid yang rapih, dan janga pake PAPER KLIP. karna begitu dilepas...tuing tuing tuing. Lepaslah sudah rentetan naskahmu, dan... kalo ilang satu lembar gimana?!

4. Banyak senior2 bilang, design cover naskahmu semenarik mungkin. Naskahmu akan lebih menarik dan dibaca lebih dulu. Tapi kalo saya sihh gak pernah design2 cover naskah. Toh pasti dibaca juga. haha. Tapi, it's worth to try. :p

5. Ini gak kalah penting: SINOPSIS. Yang namanya sinopsis untuk mengirim naskah itu harus menceritakan awal sampe akhir, bukan yang ada di sampul belakang halaman novel loh. Penerbit kan gak punya waktu untuk membaca karya kalian-kalian semua dalam waktu yang singkat, biasanya mereka membaca sinopsis dulu. Jadi, buatlah sinopsis semenarik mungkin, kalo perlu sertakan kenapa naskah kalian perlu diterbitkan! (Tapi saya juga tidak pernah melakukan itu. haha.)

6. Nah, kalo yang ini, sering dilupakan. BIODATA. kadang-kadang, saking semangatnya, sampe lupa menyertakan biodata. Nah, kalo udah begini repot. Gimana kalo naskah kalian diterima, tapi gak ada nomor atau email yang bisa dihubungi? sayang banget..
Khusus untuk gagas, kalo ga salah, mereka punya formulirnya sendiri yang bisa di download di web nya.

7. Apalagi ya? oh, ya. sampe lupa. Kalo memang mau ngirim naskah, apapun temanya, sesuaikanlah sama penerbitnya. Kalo kamu ngirim naskah tentang software ke penerbit yang menerbitkan buku anak-anak ya, pasti gak diterima. Jadi, coba cari-cari tahu dulu...

8. Kalo memang kamu sudah mengirim naskah, biasanya penerbit yang baik akan memberi surat pemberitahuan kalo naskahnya udah sampai (Ada juga yang gak). Nah, biasanya naskah akan dipertimbangkan diterima atau tidak sekitar 3-6 bulan! SEE? LAMA BANGET! Bahkan, di gpu sendiri, banyak kasus naskah diabaikan sampe satu tahun! Bukan karna mereka lupa, tapi emang gak sempat...
Yah, kalo udah begitu sabar-sabar aja. Kalo udah sampe waktunya gak dikabari, telepon aja...



okaii... gitu aja sihh....
jangan terlalu takut atau gak PD naskah kamu gak diterima..
Yang penting coba dulu. You will never know, right! :)
Kalo emang naskahnya ditolak, coba ke penerbit lain. Siapa tahu kan naskahmu lebih cocok sama penerbit satunya lagi?
Okai... Gud luck.



regards.


silviaarnie.

98 comments:

Anonim mengatakan...

hai, aku dony, mahasiswa semester akhir di unv brawijaya mlg. aku mau nanya neh,,, bisa bantu nerbitin novel ku gak???
ada beberapa sampel ceritanya di blog ku.
www.samudra-wike-kelana.blogspot.com
mohon dilihat ya, dan dikasih balasan pertanyaan ku.
e-mail n FB aku: samudra_kelana86@yahoo.com

Silvia Arnie mengatakan...

maksudnya bantu nerbitin apa??

arihdyacaesar mengatakan...

terima kasih infonya . . .
hanya mau tanya.
kalau misalkan kita sudah menyelesaikan novel, boleh gag kita mengirimkan novel tersebut ke beberapa penerbit sekaligus tanpa perlu menunggu keputusan dari penerbit satu apakah akan menerbitkan novel kita atau gag ?
mohon pencerahannya .
makasih .
hhe .

Silvia Arnie mengatakan...

Kalo itu terserah, tergantung kode etis nya gimana. Ada yang bilang kalo kirim beberapa itu gak etis karena editor kan uda capek2 baca, masa tiba2 ditarik? Tapi ada juga yang bilang itu hal yang lumrah dan editor pun sudah mengerti. So, itu balik lagi ke kamu.. kalo memang ga sabar, ya kirim aja ke beberapa penerbit, tapi kalo ada satu yang sudah kasih kabar, kamu harus cepat tarik naskah di tempat lain. Gak boleh menunggu penerbit yang lebih besar untuk memberi keputusan. :)

Anonim mengatakan...

Hai Namaku Clara. Sekarang ini aku baru masuk kelas 1 SMK tapi aku sudah punya minat besar buat nulis cerita atau novel. Aku sudah buat 2 cerita tapi aku gak berani buat kirim kirim ke redaksi penerbit. Anonim bisa tolong kasih tahu redaksi-redaksi yang bisa memuat ceritaku. Termakasih...

Silvia Arnie mengatakan...

itu tergantung kamu say, bikin ceritanya seperti apa. Kamu bisa kirim ke gagas media, gramedia, terrant book, grasindo, dan banyak lagi penerbit yang bisa nampung naskah mu. ayo di coba, kalo gak kan gak tau. :)

jasmine mengatakan...

aku lagi bikin novel islami ka,tapi aku nggak tau yang pas mau dikirim kemana?lagian takutnya tar kenap tipu,huft

Silvia Arnie mengatakan...

kenapa kena tipu? Coba cari2 di google, setauku banyak deh penerbit yang islami. Asal kamu gak disuruh bayar dan jangan mau kirim naskah lewat email aja. Buat jaga2, supaya naskahmu gak dipersalahgunakan. :)

reza rahmat syah mengatakan...

makasiinfonya...mb....
saya jdi semangat buat nuliz....

Anonim mengatakan...

Makasih infonya ya... tadinya aku bingung bagaimana caranya menerbitkan novel. Cuma saat baca penjelasan di atas muncul pertanyaan, kalau kita sudah kirim naskah,trus gak diterbitin dan gak ada kabar,apakah ada kemungkinan naskah kita nanti disalahgunakan(diterbitkan dengan nama pengarang yang lain? bagaimana cara agar hal ini tidak terjadi. thanks.

mr benz mengatakan...

Terima kasih atas infonya.

Saya saat ini sedang menulis novel sci-fi fantasy yang sedikit gelap. Kira2 penerbit yg cocok yg mana ya?

Terus, apakah kita harus mengirimkan naskah jadi ke penerbit? Bagaimana dengan konsep dasar dan outline cerita terlebih dahulu. Jadi kalau misalkan ditolak, tidak terlalu banyak waktu dan tenaga yg terbuang...

Lalu, menurut anda sendiri, apakah sebuah novel fiksi berbahasa Indonesia lebih baik menggunakan setting Negara lain, seperti USA atau Russia atau Indonesia?

Silvia Arnie mengatakan...

@reza rahmat: your welcome. smangat nulisnya! :)

@Anonim: Penerbit profesional dan sudah punya nama gak mungkin melakukan itu. Biasanya mereka akan mengembalikan naskah kalau ditolak. Seperti yang sudah saya tulis di atas, penerbit jarang ada yang mau menerima naskah dalam bentuk softcopu/ elektronik. Selain malas melototin layar PC, itu juga mencegah naskahmu disalahgunakan. Sulit kan untuk menyalahgunakan naskah dalam bentuk hardcopy? Contoh saja, naskahmu 100 halaman. Kalau mau dicetak atau disebarkan, mereka harus ketik ulang. Kecuali mereka kerajinan dan punya banyak waktu, hal itu sangat tipis kemungkinannya untuk dilakukan. Jadi kirimlah naskahmu dalam bentuk print out. :)

Silvia Arnie mengatakan...

@Mr Benz: Kalo untuk novel sci-fi sy recomend ke gramedia atau gagasmedia. Ada juga beberapa penerbit lain yang bisa menerbitkan sci-fi, tapi setauku dua itu yang terbesar.

Tentu kita harus mengirimkan naskah jadi. Banyak ide cerita yang bagus, tapi begitu ditulis jadi tidak menarik. Mereka pasti akan meminta kamu untuk menulis naskah sampai selesai. :)

Sebenarnya setting itu tergantung selera. Aku pribadi lebih suka menulis dgn setting Indonesia karena lebih tahu detil negara ini. Kalau di negara lain banyak culture yang harus kita search mulai dari perbedaan waktu, kebiasaan mrk, dll. Tapi kalau kamu tau banget ttg negara tersebut, its okay. Itu pasti jadi nilai plus kalau kamu bisa mengarang dgn baik, krn jarang penulis Indo yang bisa mendescribsikan negara lain. Good luck!

Anonim mengatakan...

@mbak Silvia mau tanya... novel saya sampai 250 halaman, padahal katanya gagas hanya membatasi 150... jadi gimana tuh? Terima kasih banyak

Silvia Arnie mengatakan...

Gak apa-apa harusnya. Aku juga dulu ngirim lebih dari 150 halaman kok. Kalau ceritanya memang oke, pasti diterima. Good luck. :)

Anonim mengatakan...

Tapi apa benar gagasmedia bersedia menerbitkan fiksi ilmiah? Apalagi novel saya ini cukup berat (emosi karakternya biasa aja, lebih banyak ke debat filosofis :p)

Anonim mengatakan...

Kak aku punya 2 novel yg uda aku buat sendiri.skg uda mau bikin yg ke 3.tp aku msh belum coba untuk terbitkan.ummm berarti kita datang langsung ke penerbitnya kak?
Nerbitin novel itu bayar ga c kak ? Ktanya temen aku dy pernah diminta 4-5 juta buat terbitin novelnya.aku ga punya duit sgtu makanya blm coba trbitin novel aku.

Ezzro mengatakan...

Tips nya sangat bagus untuk para pemula yg tertarik pengen nulis novel spt kamu vi, jadi pengen nulis sesuatu juga spt kamu vi. Moga2 aja bisa aku mulai di awal Desember 2010 ini ya?? Who knows??

Silvia Arnie mengatakan...

@Anonim: Kalau kamu bukan indie novel harusnya gak bayar segitu. Paling biaya print. misalnya, print kamu print di warnet yang mahal. Satu lembarnya 1000 dan kamu harus print 200 halaman. Paling juga 200rb. Sama ongkos kirim, itu gak seberapa. Express juga paling dua puluh ribu aja.:)

@Ezzro: good luck then.

Gunawan mengatakan...

ada g novel yang g di terbitkan dan apa boleh kirim novelnya ke banyak penerbit? ( kan bisa masalah kalau sampe dua2nya nerbitin

Anonim mengatakan...

kalo cover harus bikin sendiri apa gmn kak?

natasya mengatakan...

ngirim ke penerbitnya hrs dijilid rapi y?sinosis sma judul nya di halaman brapa?thx

widya mengatakan...

halo...
so glad bs nemu blog mu sista..
btw, aku tu sbtlny pny bkt nulis, ska iseng bikin cerpen.
tp itu pun msh jaraaanggg...bgt. tergantung mood en ide.
kndalaku adalah ketika sbh ide muncul, tp bgtu udh smp di dpn PC buyarrr smua...dan akhirnya mnyrhlah diriku *sorriii..curhat nih :P..
ada saran / tips ga caranya "mencairkan ide"..?
thx sistaa.....

Silvia Arnie mengatakan...

@Gunawan: Maksudnya novel yang gak diterbitkan? Sekali lagi, kirim novel ke bayak penerbit itu tergantung etika saja. Gak ada larangannya, tapi begitu salah satu penerbit sudah bilang oke, kamu harus segera mencabut naskahmu dari penerbit lain.

@Anonim: biasanya penerbit sudah punya tim desain untuk membuat cover.

@Natasha: Tentu harus dijilid rapi. Judulnya tentu saja di depan. Sinopsis boleh di sisipkan setelah halaman judul.

@Widya: Tips dan cara mencairkan ide bisa dilihat di tulisanku selanjutnya yang 'writer's block'. :)

Anonim mengatakan...

novel indie apa kak?
oh gitu ya kak,brarti aku gak perlu ngeluarin duit sampai berjuta2 ya.menurut kk untuk novel cinta(bukan teenlit)untuk pemula cocoknya dikirim penerbit mana?
Duh makasih bgt ya kak silvi aku jd ngerti banyak :)
_sifa_

Silvia Arnie mengatakan...

@Sifa: Novel indie itu novel independent, yaitu kamu mengeluarkan budget sendiri buat menerbitkan novel tersebut. Kalo pake penerbit ga perlu modal berjuta2 kok.
novel cinta bisa kirim ke gagasmedia, gramedia, terrant books, grasindo, atau yg lainnya. :)

Anonim mengatakan...

bisa ngasih alamat penerbit-penerbitnya gag?
ato mungkin bisa kasih tau dimana nyari alamat lengkap penerbit-penerbitnya???
terimakasih sebelumnya....

Silvia Arnie mengatakan...

cari saja di google say. :)

Anonim mengatakan...

1. kak, aku pernah lihat ada novel yang penulisnya itu bikin ilustrasi kecil-kecil sendiri gitu di setiap babnya. terus katanya sih bikin ilus buat covernya juga. kalo soal cover gitu, itu dikirimnya bareng sama naskahnya?

2. biodata itu maksudnya yang kayak riwayat hidup penulis gitu, kan? atau berupa data singkat aja?

3. kalo yang ucapan terima kasih segala macem itu pastinya ditulis abis pemberitahuan pertimbangan diterbitkan/tidak, kan, kak? hehe... :p

irma mengatakan...

Mau tanya nich kak ??
Aku lagi iseng bikin novel gitu , tapi aku bikinnya sama 3 orang lain lagi , jadi ceritanya bikin bareng-bareng gitu . Kalau yang bikin ceritanya 4 orang gitu boleh atau nggak jika di terbittin.
Gitu ngirimnya ke penerbitnya melalui pos atau datang langsung. Kalau di posin itu penerbit yang di Surabaya atau yang di Jakarta.
Yang mau ngirim ceritanya ke penerbit nggak harus anak SMA atau anak kuliahan kan , kak di bawahnya itu juga boleh nggak ??
Kalau kita mau kirim ceritanya covernya harus bikin sendiri dan harus di sertain dengan ceritanya gitu atau gimana..
Sebelumnya Thx ia kak..
_april_

steven mengatakan...

thanks kaka, berkat u aku jdi semangat buat bikin novel!!!!

dhea mengatakan...

kak, saya pengen bikin cerita fantasi kayak harry potter gitu. tapi bukan niatnya copy paste lhoh.. kalo saya sedikit ingin menyangkut pautkan ceritanya dengan harry potter gimana? etis nggak?
terus klo di harry potter kan ada mantra-mantra, nah saya nih bingung. mau bikin mantera baru apa ngikutin yang ada di harry potter? tnx

dhea mengatakan...

satu permasalahan lagi. dulu sudah ada cerita mmengenai kisah parodi sihir mengenai harry potter oleh Yokie Adityo. sehingga ide saya terbatasi.

Anonim mengatakan...

kira"berapa sih income utk penerbitan sebuah buku/novel?kok kayaknya hidup para penulis cenderung terlihat nyantai pada kesehariannya!

trus gimana denga hak kepemilikan karya kita? kan takutnya karya kita di curi ama orang lain or malah penerbit itu sendiri(prasangka buruk!!hiiiiiiiii)

Silvia Arnie mengatakan...

@Anonim: 1. cover dibuat belakangan, karena dalam proses editing naskah mu bisa berubah banyak. Cover itu dibuat oleh tim desain dari penerbit biasanya, tapi kamu juga bebas memberikan opini dan masukan untuk covermu. Ilustrasi yang diselipkan d beberapa naskah bisa saja kamu bikin sendiri, aku belum pernah coba yang itu. hehe.. Atau tanpa kamu buat, bisa saja kamu ajukan idenya.
2. biodata singkat saja, yang penting ada alamat dan no telp yang bisa dihubungi kalau naskahmu diterima.
3. Iya, segala yang berhubungan dengan prakata, cover, dan riwayat hidup itu dibikin belakangan kalau naskahnya sudah mau diterbitkan. ikuti saja alurnya, nanti pasti dijelaskan sama editor kalau naskahmu diterima. :)

Silvia Arnie mengatakan...

@Irma: Pertama-tamaa... Gak ribet ya bikin sampe 4 orang? haha. Well, itu sah-sah saja sih untuk diterbitkan. Cuma, aku gak tau soal royaltinya, penerbit akan ngirimin ke 4-4 nya dengan dibagi rata atau kirim ke salah satu dari kalian. Itu harus kalian rundingkan, ya?

Kirim saja melalui pos, sayang.. Gak perlu datang langsung. Tergantung penerbitnya dimana, kamu mau masukin kemana? Penerbit kan banyak. Kalau penerbitnya ada di jakarta ya kirim ke Jakarta, tapi kalau ada cabang di sby, silahkan kirim ke Sby saja. Kalau mau make sure, coba telp penerbitnya dan tanya alamatnya yang jelas..

Gak ada batasan umur juga untuk mengirim naskah. Banyak kok anak SMA bahkan ada anak SMP yang sudah menulis novel.

Cover tidak perlu dibuat, karena ada team design dari penerbit yang akan membuat cover kalian begitu naskahnya selesai dan akan diterbitkan. Kalian boleh membuat cover agar lebih menarik untuk dibaca oleh para editor. Seperti yang sudah aku jelaskan, dalam sehari naskah diterima banyak sekali. Kalau kalian membuat naskah dengan cover yang menarik pasti editor akan lebih dulu memilih baca naskah kalian. Tapi bukan berarti itu cover yang akan dipakai kalau naskah kalian akan di jual di toko buku. :) Kalian bisa mendiskusikan cover dengan penerbit nanti saat naskah kalian akan terbit. Good luck! :D

Silvia Arnie mengatakan...

@Steven: thanks! Ayo tulis naskahmu! :D

@Dhea: sah-sah saja sih kalau ceritamu tetap original. Tapi aku rasa kalau disangkut pautkan dengan cerita Harry Potter agak susah ya, karena Harry Potter itu kan ada hak ciptanya. Aku kurang ngerti sih, cuma menurutku lebih baik kamu membuat cerita yang benar-benar berbeda dari Harry Potter. Tema sihir kan bisa banyak dan kamu bisa membuat cerita fantasi yang lebih menarik. Lebih baik kan kalau kamu jadi J.K Rowling yang baru dari pada sekedar memanjangkan karyanya? :)

@Anonim: Hmm.. Setiap penerbit beda2. Tapi rata2 10-15% dari penjualan, dipotong pajak. dan itu dibayar setengah tahun sekali. Ssooo... kalau mau survive sebagai penulis, harus rajin-rajin nulis dan berkarya. Apalagi setiap bulan penjualan pasti berkurang. Penulis bisa menulis artikel atau bisa freelance menulis apapun yang bisa menambah income mereka. Menurutku, penulis aktif gak santai, cuma waktunya tidak terikat jam kerja. :)
Jangan takut, hak cipta mu dilindungi undang-undang kok. Kalau ada yang menjiplak, bisa kamu tuntut. Apalagi penerbitnya. Aku rasa pencurian karya oleh penerbit belum pernah kejadian sih. hehe..

Silvia Arnie mengatakan...

Sorry yaahh jawabnya lamaa.. aku baru buka blog lagi. Semoga pertanyaannya terjawab. :)

Anonim mengatakan...

berarti kalau mau nerbitin karya tulis kita ke penerbit, gaada biaya tambahannya ya?

helena octaviani mengatakan...

ka silvia, saya mau nanya nih. aku kan sudah buat naskah.. trus aku pingin kirim ke gagas, aku juga sudah nge download buat pengisian biodatanya. tapi dipaling bawah ada tulisan seperti ini..


(_____________) Penulis/Reporter/Penyusun
(_______________________________)
Petugas

(______________________________) Mengetahui (_______________________________)
Penulis Pendamping

nah itu harus saya tanda tangani ka? aku tanda tangan di yang mananya ya? dua-duanya kah?

dhea mengatakan...

kalo saya kirim naskah, terus tiba-tiba saya ganti alamat karena pindah sekolah, dan disana asrama yang tidak boleh bawa hape,, gimana cara mengatasi penerbit agar informasi bisa masuk ke kita kak?

Silvia Arnie mengatakan...

@anonim: ga ada say slain biaya print dan ongkos kirim naskah.
@helena: hah? Apaan itu ya? Kamu tanda tangan di penulis/reporter/penyusun aja, yang lain ga usah. Lagian itu ga terlalu penting kok.
@Dhea: Kamu kirim surat atau telp penerbitnya aja ya. Pokoknya harus d inform ke mereka kalau kamu ganti alamat. Penerbit akan kasih surat kok yang menyatakan kalau naskahmu diterima. Bilang aja kamu ga boleh pegang HP, jadi mereka bisa contact kamu melalui email. good luck. :)

Anonim mengatakan...

Permisi, silvia.. aku mau tanya.. nah, katany kalo bab2 dalam novel itu bukan kita yang bikin ya? aku baca di salah satu blog orang gitu.. terus kita masa cuma bikin dari awal sampe akhir nggak pake bab2 gitu? terus kalo misalnya kita yang bikin bab2 itu, bisa tolong jelasin nggak gimana cara penjedaannya.. hehe.. THANK YOU.. =D Sukses slalu..

Anonim mengatakan...

kak,aku kan sukanya pake gaya bhasa yg cenderung teratur.lebih kaya novel terjemahan gtu.no problem ga kak?cz critanya juga bkn yg anak skolahan gt.tp uda 18 taun keatas.

Oh iya.
thanks a lot kak silvie,
kalo suatu saat nanti novel aku terbit aku mw tulis nama kak silvi di special thanksnya,jd wajib beli ya kak. Amin.
_sifa_

Silvia Arnie mengatakan...

@anonim: Maksudnya pemisahan bab? Tentu kita yang bikin dong. Kalo gak pusing banget bacanya. Pemisahan bab itu terserah aja sih, tergantung kitanya. Ada yang membatasi dari segi waktu, kejadian, sudut pandang, dan lain sebagainya. Aku sendiri berganti ke bab lain biasanya kalau satu kejadian disudahi atau sedang klimaks. Itu tergantung feelingmu, terutama kalau kamu merasa naskahmu sudah kepanjangan dalam satu bab.

@Sifa: boleh kok, sah2 aja. Itu kan gaya bahasamu. Aku juga suka kok gaya bahasa yang teratur gitu. :) Sip, kabarin ya kalau sudah terbit. Aku pasti beli. hehehe..

xui mengatakan...

kalo kirim lebih dari satu penerbit boleh ngak kak?

Silvia Arnie mengatakan...

Seperti yang sudah aku bahas, itu etika aja. Kalo kamu mau melakukan itu, kamu harus konsisten. Jadi kalo salah satu penerbit sudah terima, kamu harus cabut naskahmu di penerbit lain. Gak boleh menunggu kabar dr penerbit yang lebih besar dulu.
Aku sih menyarankan satu-satu aja. Takutnya kalau kamu sering begitu, kamu malah di black list oleh editor yang uda capek-capek baca naskahmu. Tapi tetap ga ada larangan untuk itu. Kalo kamu ga sabar menunggu kabar yang memang super lama, itu sah-sah aja.

Anonim mengatakan...

nama aku retha, mau nanya beberapa nih :
kalo mw kirim ke penerbit gramedia, apa hrus yang di kota tempat kita tinggal ato ke pusat?
gimana kirimnya? dateng ke tempatnya langsung ato pake paket gitu? tlong dijawab yahh ..

Silvia Arnie mengatakan...

@Anonim: kamu kirim aja ke pusat langsung say. Kirimnya lewat paket aja, dikirim lewat pos. :)

Kenny mengatakan...

Hai ka Silvia, namaku Kenny...
Aku mau nanya ka, kalau mau bikin novel itu harus orang sekolahan ya, ka?
Gimana kalau seseorang yang ga sekolah atau sekolahnya cuma sampai SMP, alasannya sih karena ekonomi, seperti yang dialami oleh salah satu temanku, tapi sebenarnya dia pintar dan suka nulis cerita gitu...
Apa bisa dia jadi seorang penulis, trus apa yang harus dilakukan..?

Anonim mengatakan...

hy,ak mau naxa lo kita uda print aut novel kita di kirim d redaksi mn? dan alamat.y d mana ya sizt??

tiara mengatakan...

Anonim
kak,aku tiara. aku mau tanya emang kenapa sih kok gak boleh lewat e-mail aja?dan oh ya kok lama banget sih nunggunya sampai 3-6 bulanan gitu?

Anonim mengatakan...

bsa bantu kakek Q g??
beliau dah ngetik 2000 lembar novel pengen di terbitin,beliau umurnya sdah 82 th, kondisi fisiknya dah mnurun (tunanetra)tolong bantuin ia, beliau jga pengen dapet muri sbagai penulis novel tunanetra sebanyak 2000 lembar
klo bsa tolong kirim email k saya iday_zar@yahoo.co.id
mkasih

Silvia Arnie mengatakan...

@kenny: tidak harus, selama cerita kamu menarik pasti bisa diterbitkan.

@anonim: bisa googling saja alamat redaksi. ada gramedia pustaka utama, gagasmedia, terrant book, grasindo, dan lain-lain.

@tiara: tidak mungkin editor membaca semua naskah di komputer dan juga untuk menghindari pencurian naskah. Kalau menunggu itu karena memang naskah yang masuk banyak dan naskah kamu akan dibaca oleh team, jadi tidak mungkin selesai cepat.

@anonim: kalau rekor muri, aku gak tahu gimana caranya. cuma kalau memang sudah selesai naskahnya, dikirim saja langsung ke redaksi yang dituju. :)

Good luck! :D

elfrisrudie mengatakan...

Hello ..
Gue Elfris Rudie, gue baru aja memulai nulis novel. "terinspirasi dari Andrea Hirata 'Sang Pemimpi'. hhe..
gue punya kisah tentang masa hidup gue, dan mau dishare dalam bentuk novel.
hmm... mau nanya nih,
1. Bagaimana kalo halaman ga sampai 100lembar, itupun diketik dalam kertas A5, kalo dijadiin A4 (30hal-nan)?? karena niatnya mau bkin buku ke 2 dan ke 3 jadi rada dikit sih..
2. Buku kamu waktu dikasih ke Penerbit, dalam bentuk A4 atau A5 kertasnya?? atau sudah jadi dalam bentuk buku gitu?
3. Dicerita gue, ga semuanya Real.. ada yang fiksi juga.. gapapa kan? emh..
4. Kalo udah jadi diterbitkan... kamu harus beli dan baca buku gue ya judulnya "My Memories" Wkakaka..
5. sory, masih beginer nih .. mohon bantuannya ya!
6. Silvia ada fanpage ga ? lol ;p

God Luck and God Bles :)

Bagas mengatakan...

Kak, Kalo Anak kecil kirim novelnya kira-kira ke PT apa ya?

Silvia Arnie mengatakan...

@elfisrudie: Helo :) aku jawab yaa..
1. kayaknya kalo setipis itu susah deh, karena kalo kamu ke gramed dan liat buku yang terlalu tipis pasti gak niat beli kan? sepertinya kalo novel ada standar ketebalan, seengaknya 75 halaman a4. Saran aku sih, mending naskah pertama dan kedua digabung jadi satu judul. lalu naskah kamu yang ketiga baru jadi buku lanjutannya.
2. terserah sih, yang penting enak dibaca aja. rasanya enakan a4 atau hvs dan dijilid rapi.
3. ofcourse, semua cerita novel itu pada dasarnya lebay. :p
4. sure. :)
5. pleasure. hehe.
6. Fanpage ku ada kok di fb, itu link nya ada di bawah web ini.

Good luck. God bless you too.

@Bagas: terserah kamu say, penerbit kan tidak membatasi umur pengarang. kalau mau naskah yang segala umur dan segala genre di terima mungkin gramedia.

Anonim mengatakan...

Thx atas infonya ^_^
Saya mau tanya. Gimana kalau naskahnya gk di ketik n di print, tp di tulis dibuku tulis biasa. apa masih bisa di kirim ke penerbit ????
Tolong dijawab :D

Firyal Alyasifa Herlana mengatakan...

Thx atas infonya ^_^
Saya mau tanya. Gimana kalau naskahnya gk di ketik n di print, tp di tulis dibuku tulis biasa. apa masih bisa di kirim ke penerbit ????
Tolong dijawab :D

Silvia Arnie mengatakan...

Sepertinya tidak bisa, sayang. harus di print :)

dee_skullgirl mengatakan...

Silvia salam kenal ya :)

Q pengen kirim naskah ke Gagas Media, tapi cerita misteri, kira-kira diterima nggak ya? Cerita misteri itu masuk fiksi atau non fiksi, sil? Q bingung hehehe
Q buka situs ini, di bagian fiksi ada jenis fiksi yang dicari
http://www.gagasmedia.net/kirim-naskah.html

kalau ceritaQ ini fiksi, masuk dalam jenis fiksi yang mana ya, sil?

Maaf ya, banyak pertanyaannya n terima kasih sebelumnya ^_^

Anonim mengatakan...

Saya Maza, mahasiswa Unpar Arsitektur. Mau nanya Kak Silvie. Kalo novel fiksi yang tebel halamannya ampe 300an gitu dan ceritanya agak komplex, kira-kira cocoknya dikirim ke penerbit mana y? Thanks

Anonim mengatakan...

hay , aku laras .
aku ingin sekali jdi pnulis novel , tapi aku ga yau gimana caranya novel aku di kirimkan dan apakah novel aku bisa di terima .
tolong bantu aku gimana caranya untuk mengirimkan novel .
makasih :)

Silvia Arnie mengatakan...

@dee_skullgirl: Fiksi dan non fiksi itu ditentukan dari nyata atau tidaknya naskah yang kamu tulis. kalau cerita misteri kamu based on true story, masuknya non fiksi. kalau kamu ngarang sesuai imajinasi kamu, berarti fiksi.
Aku gak tau ini masuk fiksi yang mana, karena aku gak baca naskahmu, tapi rasanya ini gak begitu penting sih. Soalnya kalau naskahmu sampai, pasti akan dibaca oleh mereka juga kok. Dan mereka biasa gak begitu terpaku oleh form itu. :) aku ngirim ke gagas juga dulu gak melampirkan form itu. Good luck ya.

@Maza: Cantik, aku gak bisa menentukan karena aku kan bukan editor. :) Kalau mau, kirim saja coba ke beberapa penerbit. Tapi kalau sudah diterima di satu penerbit, tarik naskahmu yang lain ya. ;)

@Laras: Laras sayang, kalau naskah kamu sudah selesai, cukup print saja, jilid, dan kirimkan ke penerbit lewat pos. as simple as that. Sisanya, tergantung editor dan kelayakan naskahmu untuk diterbitkan. good luck ya! :D

Anonim mengatakan...

oke deh. Thanks y Kak Silvi (Maza)

nila firdausi nuzulah mengatakan...

smoga aq juga bisaa nerbitin novel.q amiien
mkaciih tips nyya

Anonim mengatakan...

aku pernah kirim ke gagas, tapi setelah 4 bulan naskahnya ditolak dan dikembalikan. Di dalamnya ada surat yang berisi poin2 minus dan plus. Apakah setelah aku perbaiki, bisa dikirim lagi?

Silvia sendiri pernah mengalami penolakan tidak dalam menerbitkan novel?

Silvia Arnie mengatakan...

@Anonim: Boleh dikirim lagi kalau sudah direvisi. Tapi kamu biasanya harus rombak habis-habisan, karena kalau edit sedikit masih bisa dilakukan oleh editor. Saranku, coba revisi naskah itu dan kirim ke penerbit lain untuk mendapatkan second opinion. :)

Pernah dong. haha.. Aku pernah ditolak di terrant book tapi naskah itu kemudian diterima di gpu. Pernah ditolak gpu, tapi lalu diterima gagas. Jadi menurutku, naskah itu bukan cuma masalah bagus atau enggaknya tapi cocok atau tidaknya dengan si penerbit. Good luck ya! :)

Anonim mengatakan...

maaf ka, mau nanya.. Kalo udah jadi novel kita, dikirimnya lewat pos pake amplop lagi ga ya? Hehe
maklum awam..
Sblumnya makasih

prada mengatakan...

kakak aku mau nanya,kalo misalkan udah aku ketik trus dijilid,aku kirimnya kemana deh ka?
aku sekarang udah kelas 2SMK tapi udah suka nulis dari kelas 1 smp ka jadi pengen banget novel novelku bisa diterbitin,mohon bimbinganya ya kakak :) dijawab ya pertanyaan aku..

Mazto D'Sucyman mengatakan...

Kk. Saya masih kelas 8 SMP.
Saya penulis pemula, saya sedang menulis novel dan sudah setengah jalan. Yang jadi masalah saya tidak tinggal di kota besar, jadi hampir semua penerbit disini bukan penerbit-penerbit terkenal.
Saya minta saran, apa ga apa-apa ke penerbit-penerbit seperti itu kk ?

Silvia Arnie mengatakan...

@anonim: Maksudnya pake amplop? Kirim pos naskah yang sudah di print out, terserah mau pake amplop atau tidak. :)

@Prada: kamu mau kirimnya ke penerbit apa? Coba googling alamatnya atau liat di pojok kanan/kiri bawah buku novelmu.

@Mazto: Kalau kamu mau kirim ke penerbit besar, kirim saja. Gak masalah kamu ada di luar kota, karena penulis dan editor jarang bertatap muka, biasa pakai email. :)

Anonim mengatakan...

saya mau tanya, untuk sinopsisnya itu diletakkan sebelum atau sesudah cerita? terus untuk pengiriman naskah, perlu disertakan kata pengantar dari penulis atau tidak? untuk biodata, formatnya seperti di novel pada umumnya atau biodata seperti di identitas diri? dan satu lagi, apa perlu menyertakan foto di biodata itu? Terima kasih.

Silvia Arnie mengatakan...

@Anonim: Sinopsi biasa aku letakkan sebelum cerita, jadi biar editor bisa membaca sinopsis sblm naskah.
Saat pengiriman naskah, kata pengantar tidak perlu.
Biodata itu identitas say, tepatnya itu untuk menghubungi kamu saat naskah kamu diterima/ditolak. Jadi yang penting nama, email, no telp, dan alamat.
Tidak perlu menyertakan foto. Nanti saat naskahmu diterbitkan, baru akan diminta foto, kata pengantar, dll. Good luck!

Anonim mengatakan...

ka ,,pengen ngirimin novel ,,tapi masih ga PD nih ,gimana dong ?? takut ga bisa di terbittin cape cape buat ,,,

Yhanti Nur Afrianti
Pelajar Tasikmalaya

Silvia Arnie mengatakan...

@Yanthi: ayo dicoba, kalo enggak kan gak akan tau. Kalau ditolak coba terus sampai berhasil. Lagipula penerbit kan gak cuma 1, dari feedback yang kamu dapat setelah ditolak bikin revisinya dan kirim ke penerbit lain. Good luck!

xui mengatakan...

Sist. perlu pake surat pengantar nggak sist?
Atau hanya Naskah, biodata, sinopsis?

Terus sist, pas aku buka Link http://www.gagasmedia.net/kirim-naskah
ada form pengiriman naskah. Harus pake itu juga ya sist?

Thx ya sebelumnya. GBU

Luchya_2309 mengatakan...

kalo ngirim cerita yg udah pernah dipost di blog boleh nggak? Kayaknya nggak ya Kak :D

Silvia Arnie mengatakan...

@xui: surat pengantar apa ya? Sepertinya ga perlu. Kalau di gagasmedia itu ada form nya. Supaya lebih jelas kemana arah genre mu, kamu lebih baik mengisi dan mengirimkan form itu. tapi sebenarnya gak perlu juga gapapa, asal kamu kasih tahu saja itu fiksi/nonfiksi. :)

@Luchya: Boleh saja sayang, asal belum di publish di penerbit lain. banyak kok buku yang diterbitkan karena hits di web/blog. Good luck! :)

Luchya_2309 mengatakan...

Thank you Kak Silvia. Doakan yaa :)

Anonim mengatakan...

O ya mo tanya..klw hasil novel yg sudah di terbitkan apakah ada kemungkinan bisa di film kan??minimal jadi FTV... Kira kira judul Ftv Itu kebanyakan apakah ambil dari novel jg??karena judul FTV itu aneh aneh..so kita bikin judul novel yg aneh2 mungkin mereka tertarik..hehe

xui mengatakan...

Thx ya sis! GBU ^^

Silvia Arnie mengatakan...

@anonim: FTV itu berbeda jalurnya dengan penerbit buku. Kalau mau ditayangkan, kamu harus kirim script ke sutradara, produser, atau PH. Sebenarnya mungkin saja bisa dijadikan film, kalau memang kamu best seller, jadi akan terlirik sama orang-orang yang berkecimpung dalam dunia film. :) Nanti akan banyak yang terevisi, dan yang menulis script naskah kemungkinan juga bukan si pengarang buku. Karena memang beda sekali tekniknya. Good luck! :)

Anonim mengatakan...

kak, apa kalau kirim naskah ke penerbit harus benar-benar ngikutin ketentuan penulisannya ya? soalnya saya ngerasa malah jadi ga rapih dan ga menarik dan takut bgt ga dilirik si penerbit hehe..
semisal kalau digagas harus pakai font times dan font sizes-nya 12. tapi saya pinginnya ga begitu supaya kelihatan bagus (bagi saya sih hehe) bagaimana ya kak?

Silvia Arnie mengatakan...

kalau formatnya lebih baik ikuti ketentuan penerbit karena itu sudah standarnya, sayang.. :)

abi mengatakan...

Hai kak aku Abi aku mau tanyak ini aku buat novel tapi ceritanya hampir sama dengan sebuah film itu bisa diterbitin gak ya :)

Bales ya kak

Anonim mengatakan...

lalu bagaimana kalau naskah itu 35 hal

Anonim mengatakan...

lalu bagaimana kalau naskah itu 35 hal

Anonim mengatakan...

Maaf Ka, mau tanya
klo misalkan kita mau kirim novel lewat pos, yang harus di lampirin di dalemnya itu apa aja yah?

Makasih sebelumnya :)

bayu amarta mengatakan...

kak penerbit di kota palembang ada ngak!

bayu amarta mengatakan...

kak penerbit di kota palembang ada ngak!

Silvia Arnie mengatakan...

@dear all : maaf, lama gak update blog.

@Bayu amarta: aku gak tau penerbit kota palembang. Silahkan di googling saja :)

@Anonim: Yang dilampirkan biodata diri dan sinopsis saja.

@Anonim: minimal naskah biasanya 100 halaman.

@abi: bisa saja asal gak sama persis dan kamu mempunyai nilai esensial yang tidak dimiliki film itu.

Alden Joe mengatakan...

mksh infonya ya,follback blog sy ya http://aldenjoebloggy.blogspot.com/p/blog-page_7300.html

lala mengatakan...

Nerbitin novel itu bayar nggak sih?
Terus yang design covernya kita sendiri gitu?
Terimakasih, mohon dijawab

Iyuscori mengatakan...

@lala *MJB, setau aku, kalau penerbit besar sih enggak bayar. paling kita cuma bayar biaya print out&pengiriman ke alamat redaksi. tapi, kalau indie (self publishing) biasanya bayar. tapi, ada juga yang enggak.

septiana lusiantari mengatakan...

Kak Silvia : print out? berarti lewat pos kak? terus, kalo mau kirim cerita yg sebelumnya udh pernah dipost diblog sendiri boleh?

Rina Nurendah mengatakan...

. Kalau ingin tahu tentang berbagai penerbit novel nya gimana Ka >
. terus apakah harus datang langsung ke tempat penerbit atau bagaimana ??

mr MSN mengatakan...

Terima kasih untuk informasi yang berguna. Ingin jadi penulis?-Senarai penerbit buku popular di malaysia

Poskan Komentar